Minggu, 03 Desember 2017

 Lingkungan dapat diartikan sebagai suatu kesatuan ruang, dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk insan dan perilakunya yang memengaruhi kelangsungan hidup dan kesejahteraan insan serta makhluk hidup lainnya. Sebagai makhluk hidup, insan merupakan komponen dalam ekosistem. Dengan begitu, kehidupannya juga dipengaruhi oleh kondisi lingkungan daerah hidupnya. Dalam keadaan normal, lingkungan membentuk suatu keseimbangan yang disebut keseimbangan dinamis (dynamic equilibrium). Dalam kondisi keseimbangan ini, komponen-komponen yang menyusun ekosistem saling mendukung satu sama lain. Komponen-komponen tersebut terdiri atas komponen biotik dan komponen abiotik atau lingkungan. Komponen biotik terdiri atas makhluk hidup, menyerupai manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme. Sedangkan lingkungan abiotik terdiri atas benda-benda tidak hidup, menyerupai tanah, air, udara, kelembaban, dan suhu atau temperatur. Lingkungan abiotik merupakan faktor penting yang mendukung kehidupan. Contoh lingkungan yang seimbang yaitu hutan (Gambar 1). (Baca juga : Permasalahan Lingkungan)
 Lingkungan dapat diartikan sebagai suatu kesatuan ruang Artikel Pengertian Perubahan Lingkungan
Gambar 1. Hutan Taman Nasional di Swiss (Wikimedia Commons)
Di dalam ekosistem hutan yang masih alami, terdapat pohon-pohon atau tumbuhan lain yang berperan sebagai produsen. Sebagai produsen, tumbuhan merupakan penghasil makanan (energi) dan oksigen, karena mampu melaksanakan fotosintesis. Fotosintesis menghasilkan karbohidrat sebagai sumber energi bagi konsumennya, termasuk manusia. Tumbuhan juga mempunyai fungsi sebagai daerah berlindung atau daerah tinggal bagi banyak sekali jenis hewan. Selain untuk makanan, sumber daya hutan juga dimanfaatkan insan untuk memenuhi keperluan lain, seperti aneka jenis kayu dan rotan yang digunakan untuk materi bangunan dan peralatan rumah tangga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar